Bagikan

Suami Harus Peka Dong

Bertemu sepasang suami istri di kedai makan membawa 2 anaknya. Yang satu sekitar 4 tahun perempuan, dan yang satu sekitar satu tahun sedang menangis digendong Si Ibu. Entah apa penyebab Si Anak menangis tak henti-henti. Si Ibu sudah berusaha menenangkan Anaknya. Sedangkan Si Ayah sambil ngomel tetap asik dengan hpnya. Mungkin karena tidak bisa menenangkan Anaknya, ketika Si Kakak menarik-narik baju Ibunya karena tidak diperhatikan, Si Ibu spontan “Nanti!” dengan nada tinggi. Bukannya Si Bapak berinisiatif membantu malah balik menyalahkan. “Kok, berteriak begitu sama Anak. Kalau jadi Ibu ya mesti sabar”. Si Ibu diam, matanya berkaca-kaca.

SAYA TAU RASANYA

Rasanya pengen Saya tampol muka Si Bapak. Dari tadi situ ngapain saja? Sok sibuk dengan hape. Harusnya situ bantuin istrinya. Letakkan hape saat bersama keluarga. Apa segitu pentingnya chat sana sini di medsos ketimbang perasaan istri dan anak. Ketika istri Anda berkata dengan nada tinggi itu kode, bahwa istrimu memerlukan dirimu. Kadang-kadang para suami memang tidak peka akan kondisi istrinya. Coba perhatikan saat di rumah, saat Si Sulung merengek-rengek dan Si Bungsu minta digendong sedangkan istrimu sedang mencuci piring. Dengarkan baik-baik gesekan antar piring saat diletakkan atau gesekan antar panci yang “grombyang-grombyang”. Itu kode keras Bapak-Bapak sekalian. Bergegas bantu istrimu. Ajak main Anak sementara istri menyelesaikan tugasnya. STOP mojok sama hape!

Istri juga manusia. Ada rasa capeknya. Bangun pagi menyiapkan ini itu untuk anak dan suami. Belum lagi malamnya Anak rewel, begadang sampai subuh. Bapaknya ngapain? Ngorok! Bayangkan tidak tidur semalaman paginya harus langsung “ON” bikin sarapan, mandiin Si Sulung yang mau ke sekolah dan cek ricek semua buku-bukunya. Semua di kerjakan sendiri. Bapaknya ke mana? Ada tuh cuma ngeliatin sambil ngopi! Bisa kan sembari istri bikin sarapan suami memandikan Anak? Tentu bisa donk. Anakmu Anakku juga. Jadi gak masalah kalau mengurusnya berdua. Bukan cuma kasih duit saja. Kadang istri itu gak perlu piknik ke pantai yang diperlukan hanya santai. Gak perlu lama-lama. Satu jam mendengarkan lagu kesukaan sambil menyeruput secangkir teh hangat. Bahagianya. Sesederhana itu.

SO PLEASE !

Bahagiakan istrimu. Bantu istrimu mengurus Anak-Anak. Sekali-kali pijit punggung istrimu yang kelelahan. Kalau istrimu bahagia, perasaannya juga terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *