Bagikan

Materi Mengajar Sekolah Dasar Episode 22

Tema                  :  Mau Berdamai

Sub tema           :  Jadilah Pembawa Damai

MATERI PENDUKUNG

Ayat pendukung :

Mazmur 37:37b

”Sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan

Alokasi waktu: 10 menit

  1. Menyanyi dan berdoa

KU KASIHI KAU DENGAN KASIH TUHAN

Ku kasihi kau dengan Kasih Tuhan

Ku kasihi kau dengan Kasih Tuhan

Ku lihat di wajahmu kemuliaan Raja

Ku kasihi kau dengan Kasih Tuhan

  1. Cerita Firman Tuhan

                               

                                *Kacang Perdamaian*

              Pulang sekolah Widya marah-marah tidak jelas. “Aku tidak akan memaafkan Reni. Lihat saja mulai besok, aku tidak akan berbicara dengannya.” Mama mendengar omelan Widya dari ruang tamu. “Kenapa sayang? Kok pulang sekolah marah-marah?” lalu Widya menceritakan apa yang membuat dirinya bertengkar dengan Reni. Mama paham sekali apa yang membuat widya marah.

“Benarkah kamu tidak ingin berbicara dengan Reni lagi nak?” Tanya mama. “iya Ma, aku sudah tidak mau lagi berteman dengannya.” Jawab Widya. Mama hanya tersenyum dan pergi ke dapur.

             “Widya kemarilah, lihatlah Mama punya sesuatu untukmu.” Mama memberikan satu toples kacang dengan pita pink di tutupnya.

“Untuk apa kacang sebanyak ini Ma?”

Itu adalah kacang perdamaian nak, setiap kamu merasa marah dengan Reni sahabatmu, makanlah satu kacang ini sampai rasa kesalmu benar-benar hilang dari hatimu. Jika kamu sudah merasa kenyang maka rasa kesalmu juga harus sudah hilang darimu” Widya mengangguk mengerti. Dia membawa setoples kacang perdamaian itu ke kamarnya. Benar saja setiap kali dia teringat pertengkarannya dengan Reni, dia mengambil satu butir kacang dari toples itu. Sampai akhirnya dia sudah merasa kenyang memakan kacang dalam toples itu. Widya mengingat perkataan Mamanya. Kali ini rasa kesal terhadap Reni sahabatnya telah hilang, dia berjanji untuk memaafkan Reni.

             Anak-anak yang baik, apabila kita bertengkar dengan sahabat kita pastilah hal itu tidak menyenangkan bukan? Dari pada kita bertengkar alangkah baiknya kita selalu menjadi pembawa damai agar peretemanan dengan sahabat kita bisa terus berlangsung sampai kita besar nanti.

 

  1. Ayat Hafalan

     Matius 5:9A

     ”Berbahagialah orang yang membawa damai”