Bagikan

Materi Mengajar Sekolah Dasar Episode 18

Tema                  :  Mau Berdamai

Sub tema           :  Jadilah Pembawa Damai

 

MATERI PENDUKUNG

 

Ayat pendukung :

Matius 7:12

Segala sesuatu kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Alokasi waktu: 10 menit

  1. Menyanyi dan berdoa

MARI KITA BERSUKA RIA

Mari kita bersukaria, karna ini hari bahagia

Kita berkumpul jadi satu, Puji Tuhan semesta itu

Tepuk tangan wajah berseri,hilangkanlah hati yang sedih

Bukankah Yesus berkata damai yang Dia berikan

Mari kita bersukaria

 

  1. Cerita Firman Tuhan

 

*JEMBATAN DAMAI TUKANG KAYU*

 

                Alkisah ada dua orang kaka beradik yang hidup disebuah desa. Entah kenapa mereka bertengkar, mereka tidak pernah bertegur sapa. Suatu hari datanglah seorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Didepan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. Kata tukang kayu “Maaf tuan sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan, barangkali tuan mau memberikan saya pekerjaan?” Kakak menjawab “Oh ya! Saya punya pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu rumah tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu dia mengeruk bendungan dan mengalirkan airnya ke tengah padang rumput, sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Aku akan membalasnya lebih setimpal. Disitu ada gundukan kayu dan buatlah pagar setinggi 10 meter untukku agar aku tidak perlu melihat rumahnya lagi. Aku ingin melupakannya” Tukang kayu berkata “Saya mengerti, belikan saya paku dan peralatan lainnya. Akan saya kerjakan yang bisa membuat tua merasa senang”

                Kemudian sang kakak pergi ke kota membeli peralatan untuk si tukang kayu dan setelahnya dia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Di sore hari, ketika sang kakak kembali betapa terkejutnya dia. Tidak ada pagar sama sekali seperti yang dimintanya. Namun yang dibuat tukang kayu ternyata sebuah jembatan indah yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan adiknya. Dari seberang sang adik bergegas menaiki jembatan itu dengan tangannya yang terbuka lebar. Kata sang adik “Kakakku betapa baiknya dirimu membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu.”

                Dua saudara itupun bertemu ditengah jembatan dan saling berjabat tangan. Melihat hal itu tukang kayu tersenyum dan membereskan perkakasnya, bersiap-siap untuk pergi. Kata sang kakak “Hay jangan pergi dulu tinggalah beberapa hari lagi. Kami punya banyak pekerjaan untukmu” Tukang kayu menjawab “Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal disini, tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan”. Anak-anak, Tuhan Yesus ingin kita hidup dalam damai, saling mengasihi saudara kita, orang tua kita, guru, dan semua sesama kita.

 

  1. Ayat Hafalan

     Matius 5:9A

     ”Berbahagialah orang yang membawa damai”