Materi Mengajar Sekolah Dasar Episode 17

Bagikan

Materi Mengajar Sekolah Dasar Episode 17

Tema                  :  Mau Berdamai

Sub tema           :  Jadilah Pembawa Damai

 

MATERI PENDUKUNG

Ayat pendukung :

Matius 5:9

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka disebuta anak-anak Allah.”

Alokasi waktu: 10 menit

  1. Menyanyi dan berdoa

MARI KITA BERSUKA RIA

Mari kita bersukaria, karna ini hari bahagia

Kita berkumpul jadi satu, Puji Tuhan semesta itu

Tepuk tangan wajah berseri,hilangkanlah hati yang sedih

Bukankah Yesus berkata damai yang Dia berikan

Mari kita bersukaria

  1. Cerita Firman Tuhan

*PECINTA ATAU PEMBAWA DAMAI*

             Suatu hari, ada dua anak laki-laki Indian bertengkar. Tidak ada yang mau mengalah. Lalu mereka berniat menyelesaikannya dengan mengadukan kepada ibu mereka. Ibu mereka pun memberi tiga tongat. “Ini adalah tongkat argumen yang istimewa. Tongkat ini akan memecahkan masalah kalian tegakkan satu tongkat di tengah dan sandarkan ujung atas kedua tongkat yang lain ke ujung atas tongkat yang di tengah, hingga ketiganya bisa berdiri. Lalu tunggulah sampai satu bulan. Jika ketiga tongkat jatuh ke Selatan, maka anak yang menyandarkan tonkat ke arah Utaralah yang benar.”

             Kedua anak itu lalu membawa ketiga tongkat itu ke hutan dan melakukan seperti apa yang ibu mereka perintahkan. Mereka merasa puas karena akan dapat mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah. Setelah satu bulan, keduanya teringat akan tongkat argumen mereka. Lalu mereka pergi ke hutan untuk menentukan siapa di antara mereka yang benar. Sesampainya di sana, mereka melihat ketiga tongkat itu telah jatuh saling bertumpuk dan mulai membusuk. Maka pemenangnya pun tidak ada.

             Cerita di atas mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada gunanya jika kita mempertahankan ego yang menyebabkan pertengkaran tidak kunjung selesai. Pertengkaran adalah sesuatu yang memang bisa terjadi di mana saja, entah di dalam lingkup keluarga, di tempat kerja, maupun di sekitar lingkungan kita tinggal. Ada baiknya kita memerhatikan sikap Abraham ketika terjadi pertengkaran. Memang disebutkan bahwa pertengkaran tersebut terjadi karena gembala Abraham dengan gembala Lot, tetapi ini menyangkut harta kepunyaan mereka. Oleh sebab itu, merekalah yang harus menyelesaikannya. Dan, Abraham mengambil sikap yang sangat baik, yaitu mencari jalan damai. Sebagai anak-anak Tuhan berarti kita ada dalam pengawasan, perlindungan dan kasihNya. Kita berhak mewarisi harta kepunyaanNya, yaitu harta sorgawi. Maka tidak heran kalau orang yang membawa damai adalah orang-orang yang berbahagia.

 

  1. Ayat Hafalan

Matius 5:9A

”Berbahagialah orang yang membawa damai”