Bagikan

Pelaku Bom Surabaya Satu Keluarga

Tragedi bom di tiga gereja di Surabaya hari ini menyisakan fakta mengejutkan: Para pelaku bom bunuh diri itu adalah satu keluarga! Belum usai pikiran kita menalar kebiadaban aksi teror yang menewaskan 13 korban jiwa dan 41 luka-luka itu, kini fakta yang tersaji melampaui kegilaan yang bisa kita bayangkan! Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dua orang anak laki-laki dan dua anak perempuan, seluruhnya menjadi pelaku aksi biadab ini. Semuanya melakukan aksi bom bunuh diri. Gila! Menggunakan mobil Toyota Avanza berisi bom, sang ayah (D) menuju GKI untuk menurunkan istrinya (P) dan dua putri mereka FS dan PR yang masih berusia 12 dan 9 tahun. Bersama dua putrinya itu, P meledakkan bom di sana.

Tragedi Tiga Bom Gereja Di Surabaya

Setelah menurunkan P dan dua putrinya tadi, D bergerak menuju Gereja Pantekosta. Lalu meledakkan bom mobil di sana. Di tempat terpisah, dua putera laki-laki pasangan D dan P, YF dan FH berangkat menggunakan sepeda motor dan meledakkan bom di Gereja Katolik BMTB. Mengerikan! Menurut rilis kepolisian, mereka tergabung dalam jaringan Jamaah Ansorud-Daulah (JAD) dan Jamaah Ansorut-Tauhid (JAT) yang selama ini menjadi jaringan pendukung utama ISIS di Indonesia. Pimpinan JAD/JAT, Aman Abdurrahman, ditahan di Mako Brimob Depok yang beberapa hari sebelumnya meletuskan aksi teror yang menewaskan 5 orang anggota brimob. Jaringan ini juga terhubung dengan kasus penyusupan dan penyerangan anggota polisi oleh dua anggota perempuan mereka di Tebet.

Pelaku Anggota JAD

Tak terbayangkan apa yang ada di benak D dan P saat bersama keempat putra-putri mereka (YF, FH, FS, PR) dalam menyiapkan aksi teror ini. Jelas mereka telah terpapar pemahaman yang salah tentang jihad, namun saya lebih tak bisa membayangkan cara D dan P melakukan indoktrinasi terhadap anak-anak mereka. Imajinasi apa yang mereka tawarkan pada anak-anak itu? Pola asuh seperti apa yang mereka jalankan sehari-hari sehingga berhasil meyakinkan anak-anak mereka untuk ikut terlibat dalam aksi keji menghilangkan nyawa manusia?

Ternyata ISIS Dibalik Layar

Indonesia darurat terorisme. Bangsa kita darurat kewarasan. Kita tak boleh diam lagi. Semua kecenderungan dan aksi kekerasan, intoleransi apalagi ekstremisme, tak bisa kita biarkan lagi! Media sosial kita, di antaranya, sudah terpapar virus-virus semacam itu. Mari kita bersatu, bersama-sama lawan terorisme. Kita mulai dari keluarga dan orang-orang terdekat kita: Jaga mereka, ingatkan, dan waspadai jika mereka terlibat dalam jaringan pendukung terorisme dan ekstremisme. Jangan diam dan biarkan jika mereka terhubung dengan jaringan yang berkaitan dengan kelompok teroris seperti JAT dan JAD. Jangan sampai semua ini terluang lagi. Jangan sampai hal mengerikan seperti ini terjadi lagi. Jangan sampai! Lawan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *